Bagaimana tanggapan khalifah tentang penganiayaan?

Setelah Yang Mulia Khalifah pada tahun 2003 terpilih, Yang Mulia terpaksa diasingkan dari Pakistan, negara asalnya. Konstitusi dan KUHP Pakistan membatasi anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk beribadah dengan tenang, bahkan juga menyatakan diri mereka sebagai Muslim. Pelanggaran terhadap undang-undang yang represif ini mengakibatkan denda, penjara, dan memungkinkan hukuman mati. Akibatnya, undang-undang tersebut mencegah Yang Mulia Khalifah untuk memenuhi tugasnya sebagai Kepala Komunitas dan karenanya dia tidak dapat kembali ke Pakistan.

Meskipun penganiayaan sektarian terus berlanjut yang dialami Muslim Ahmadi di berbagai negara mayoritas Muslim, Yang Mulia secara tegas melarang kekerasan apa pun. Pada 28 Mei 2010, teroris anti-Ahmadiyah menyerang dua masjid milik Jemaat Muslim Ahmadiyah di Lahore, Pakistan. 86 Muslim Ahmadi menjadi syahid ketika Sholat Jum'at, sementara puluhan lainnya terluka. Terlepas dari sifat biadab dari kejahatan terhadap kemanusiaan ini, Yang Mulia menginstruksikan Muslim Ahmadi di seluruh dunia untuk menanggapi hanya melalui doa dan cara damai sepenuhnya. Disadur dari khalifatulmasih.org

Lihat juga: 1. ahmadiyah.id 2. alislam.org